THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 15 Februari 2011

poligami

bukan aku tak ingin lagi bersamamu
bukan aku tak mencintaimu
bukan aku tak bahagi bersamamu
aku hanya tak bisa menjadikan kau yang kedua apalagi ke-3
teringat puisi seorang teman
bila ada kata poligami dalam organisasi maka boleh aku mentalak salah satunya karena tak kudapati keadilan darinya.

ahh. aku yang tak adil mempoligami organisasi
sejak awal aku telah menyusun prioritas ku ibaratkan organisasi itu rumah maka aku mempunyai tiga rumah
rumah pertama, rumah yang begitu indah, dan di rumah ini pula yang mengenalkan aku dengan rumah yang kedua dan ketiga, rumah pertama itu ROHIS, ROHIS SMAN 115, aku sangat memfokuskan untuk mendampingi adik-aadik di sekolah,terasa betul ketika aku menjadi pengurus ROHIS, saat aku belum mengenal secara untuh apa itu dakwah, apa itu militansi, apa itu . apa itu.. terasa sangat kebingunangan aku berhadap ada seseorang yang lebih paham mendampingiku. bersyukur aku mendapati kakak-kakak kelas tiga yang masih mau mendampingi dan seorang  seorang alumni ikhwan- dan alumni akhwat.. tapi saat itu aku merasa para alumni tidak peduli dengan aku yang sedang kebingungan aku bandingkan dengan angkatan di atas ku banyak  sekali alumni yang konsen mendampingi mereka,saat dauroh atau  even-even besar lainnya entah mengapa walau terkadang kehadiran alumni tidak membantu kerja kami , tapi saat itu dengan mereka ada ditempat acara terasa ringan  pekerjaan (iya kalo ada apa-apa bisa lamgsung ngadu). maka aku putuskan aku tidak ingin adik-adiku penerima estafet dakwah di ROHIS SMAN 115 merasakan apa yang aku rasakan.

rumah kedua adalah BEMJ BK. Badan eksekutif  di jurusanku, sangan aku ingat pesan mentorku "kalo bukan kita siapa lagi??? masa dari jurusan lain yang bakal ngurusin jurusan kita" walaupun alasan itu bukan hadir dari dalam diri saya tetapi alasan itu telah menjadi bagian dalam diriku karena aku anak BK. kalau bukan anak BK ya siapa lagi.

rumah ketiga adalah FORMASI Tarbawi (forum mahasiswa taarbawi). boleh kusebut ini semacam RHIS fakultas. jika LDK lingkupnyA KAMPUS. FT hanya sebatas jurusan. aah... setelah lulus aku sempat berfikir utnuk tidak terlibat dengan kegiatan yang berbau ROHIS. tapi dimataku FT sangat indah tak kuasa, tak sampai hati sa untuk tidak bia bergabung dengannya, sangat terasa jiwa ini selalu basah bersamanya banyak jiwa-jiwa teduh yang menejukan hati-hati kering. seperti hati kala itu. dan syukur selalu mengisi hati ini karena aku punya kesempatan untuk tumbuh bersama FT. dan akau sanagt mencintai FT, sangat mencintai, sangat.

 keputusan sulit untuk saat ini saat aku harus memilih.. satu priode telah aku lewati dengan 3 rumah yang begitu indah dan akhirnya tiba dimana aku harus memilih tak bisa aku jalani seperti ini. dan akhirnya aku jatuhkan talakku pada FT.
bukan aku tak ingin lagi bersamanya
bukan aku tak mencintainya
bukan aku tak bahagi bersamanya
aku hanya tak bisa menjadikannya yang kedua apalagi ke-3
aku hanya tak ingin lagi membuatnya kecewa lantaran aku tak bisa menjadikannya pertama.


sungguh piliha sulit ketika ada agenda
sekolah ft aku pilih sekolah
ft jurusan akau pilih jurusan
walau sulit, walau hati menangis tapi aku tetap memilih yag lain bukan FT, bukan
satu yang membuat aku tega untuk tak memilihnya karena aku yakin masih banyak orang lain yang sangat mencintaimu yang dapat menjadikannya yang pertama, dan tanpa aku kau akan baik-baik saja,, sedang sekolahku,, jurusanku ??kalau bukan aku siapa??

aku tahu FT tak pernah menuntutku banyak, tak pernah ia meminta aku untuk ada selalu dirumahnya.. tapi tahukah kau kelapanganmu itu semaikin membuat aku sakai ketika aku tak memilihmu.
biarlah rasa ini berakhir
biarlah tak ada lagi yang terabaikan olehku..

Sabtu, 12 Februari 2011

layaknya garam dalam segelas kopi

Ya!!! Tentunya rasa kopinya akan aneh atau bisa di bilang ancur
Ya!!! Garam takan membuat segelas kopi menjadi nikmat
Eits,,, bukan salah garam punya rasa asin
Eits,,, bukan salah kopi butuh gula untuk membuatnya nikmat, bukan garam
Hhm,,, bukan berarti garam tak bermanfaat
Hhm,,, tapi bukan juga salah kopi  tidak bisa memanfaatkan garam bermanfaat
Yang  jadi masalahadalah garam diciptakan bukan untuk melengkapi segelas kopi, jadi biarlah sang garam mencari semangkuk sayur yang membutuhkan garam, tetntunya garam itiu akan bermanfaat, tentunya garam itu akan menambah kenikmatan sayur.
JJJ
Hhm, begitulah yang sedang nurul rasakan sekarang , dimanapun nurul berada nurul seperti garam dan tempat nurul berada adalah segelas kopi, keberadaan nurul tidak memberikan kebaikan untuk orang-orang yang ada disekitar nurul.
Tentunya nurul tidak pernah memvonis diri nurul  sebagi orang yang tak bermanfaat, karena nurul yakin Allah takan menciptkan makhluknya dengan sia-sia, hanya saja nurul belum menemukan dimana nurul dapat memberikan kebaikan. Ya biarlah sang garam menemuka semangkuk sayur , agar garam tersebut dapat memberikan kebaikan.
Untuk segelas kopi jangan paksa terima nurul jika nurul hanya membawa keburukan,jiika nurul akan membuat  sang kopi kecewa, katakanlah ketika kalian kecewa dengan nurul, ketika kalian tidak dapat menerima nurul, sehingga nurul sendiri tidak mendzolimi kalian dengan  memberikan apa yang nurul anggap baik padahal tidak untuk kalian.
Tentunya sang kopi tak butuh garam, maka katakanlah tentu sang garam takan kecewa,
Sungguh  sang garam benar-benar kecewa ketika sang garam diterima padahal hanya akan memberikan keburukan
Kalian cukup mengarahkan garam untuk menemukan semangkuk sayur


Jumat, 11 Februari 2011

SERIAL KULTWEET SALIM AL-FILLAH #WATAK

1. itu sifat lekat yang unik. Allah & RasuNyapun menghargainya; membuka kesempatan bagi tiap-tiapnya tuk mencapai & menabur kebaikan.


2. Maka Allah nan hargai itu, menyebut kebenaran & kebajikan yang dianugerahkanNya 'hanya' sebagai shibghah: celupan. (QS 2: 138)
3. Sang Nabi bersabda: Yang terbaik di antara kalian dalam jahiliahnya akan terbaik pula dalam Islam-nya, jika berpemahaman.
4. Maka inilah Abu Bakr Ash Shiddiq, 'Umar ibn Al Khaththab, 'Utsman ibn 'Affan, & 'Ali ibn Abi Thalib; 4 cermin yang kemilau.
6. Inilah Abu Bakr: kurus berpinggang kecil hingga kainnya berulangkali harus dibetulkan, putih pucat kulitnya, tipis pelipisnya..

7. Mata Abu Bakr hitam, kening lebar, wajahnya selalu berkeringat, janggut & rambutnya nan beruban diwarnai inai & katam kemerahan..

8. Tak bisa, kata 'Aisyah, Abu Bakr berdiri dengan busung dada atau tertegak, postur kurusnya sedikit bungkuk sebab ketawadhu'annya.

9. yang dilekatkan pada Abu Bakr: lembut, tenang, santun, taat & pembenar tanpa tanya pada Sang Nabi, pemaaf, penyayang, toleran.

10. Tapi seimbang dengan yang cenderung halus-lembut itu, Abu Bakr juga teguh & berkemauan keras tak tergoyahkan jika sudah bertekad.
 11. Kita ingat betul, kekata jalan cinta Abu Bakr adalah, "Ya RasulaLlah, saya percaya!" Dan untuk itu ia rela dianggap sama gilanya.

12. Dia dipukuli hingga pingsan lebam-lebam saat benarkan Isra'-Mi'raj. Saat siuman, nan pertama diucapkan, "Baik-baikkah Sang Nabi?"
13. Saat hijrah, dibersihkannya Tsur, ditutup lelubang berhewan sengat dengan kaki & tangan, dia silakan Nabi berbaring di pangkuan.
14. Berkompakan hewan-hewan berbisa hujamkan racun ke tapak-tapaknya, tapi Abu Bakr teguhkan duduk, beri nyaman pada Rasul junjungan.  
15. Tapi air mata nan gigih meredam nyeri itu jatuh jua menghangati pipi Nabi, saat kaki-kaki durjana Quraisy berkeresik di pintu gua
16. Nabi terjaga dalam senyum manis, "Mengapa engkau menangis?" Menahan ngilu, dia berbisik, "Andai mereka melihat ke kaki sendiri.."
18. Dalam senyum tulusnya beliau bersabda, "Jangan sedih, Allah bersama kita!" Lalu berbaringlah beliau lagi dengan anggunnya.
 19. "Kata-kata beliau", kata Abu Bakr kelak, "Membuat seluruh gelisahku lenyap & sakit yang kurasa pun sirna. Allah bersama kami
20. Yang dirasa Abu Bakr mungkin seperti Ibu nan dikoyak nyerinya melahirkan, semua perihnya lenyap saat bayinya menangis di pelukan.
21. Tiada lagi derita pribadi terasa baginya; sebab segala cinta telah dicurahkan bagi lelaki di pangkuan. Luka pun tenteram & indah.
22. Lalu hari itu, di Badr; dia menyaksikan kekasihnya berdoa dengan pinta mengancam yang tak seperti biasanya. Maka diapun mendekat.
23. "Rabbi", Nabi menengadah dengan bahu terguncang, "Andai Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan lagi disembah di muka bumi!"
24. Tubuh Nabi menggigil, "Atau Kau memang menghendaki tak disembah lagi?", lalu selendang bersahajanya jatuh. Abu Bakr memungutnya.

25. Dikalungkannya kembali selendang itu ke pundak Nabi dengan peluk & bisik; "Tenanglah Ya Rasul, Allah takkan menyalahi janjiNya!"  
26. Kelembutan Abu Bakr muncul jua bagi tawanan Badr, "Duhai Nabi, mereka itu kerabat & paman-pamanmu, ampunilah & ambil tebusannya!"
 27. "Engkau bagai Ibrahim yang berkata: jika Kau siksa, maka mereka itu hambaMu. Jika Kau ampuni, memang Kaulah Pengampun-Penyayang!"
 28. "Engkau bagai 'Isa yang berdoa: Rabbi, ampunilah sebab mereka tiada bertahu. Jika tak Kau ampuni, siapa lagi yang bisa diharapi?"
29. Kehalusan & kepekaan cintanya tampak saat Sang Nabi membaca Surat An Nashr di mimbar. Semua bertakbir, tapi Abu Bakr menangis.
 31. "Tidak!", Abu Bakr sedu tergugu, "Ayah & ibuku jadi tebusanmu ya Nabi! Ketahuilah, jika tugas beliau usai, wafat beliau dekat!"
32. "Andai boleh mengangkat kekasih", ujar Nabi menatap haru, "Tentu Abu Bakr kupilih. Tetapi dalam Islam, termulialah persaudaraan."
Salim A. Fillah
Selimut malam kian pekat Shalih(in+at); -nya sambung esok insyaaLlh ya. Tutup hari dalam syahdu: Mereka adalah pakaian bagimu.. *eh ;)










Rabu, 09 Februari 2011

Allah, Kau lebih tahu, berapa hati kusakiti, berapa jiwa kulukai; ampuni aku Ya Rabbi, lalu susupkanlah kemaafan ke nurani mereka

Selasa, 08 Februari 2011

LELAKI ITU

entah siapa dia
entah apa yang dilakukannya
entahlah aku tak tahu
@terminal pulogadung pukul 12.15
seprti biasa dan sewajarnya tidak pernah kudapati terminal ini sepi (yaiyalah namanya juga terminal)
namun ada yang takbiasa kulihat pada hari ini
seorang lelaki, tak terlalu tua ia, badannya masih kokoh
lebih tepatnya ia adalah seorang pemuda
ya, lelaki itu seorang pemuda yang membuat mataku membuka lebar walaupun pada awalnya aku enggan membuka dengan lebar mataku ini karena terik mata hari terlalu menyilaukan pandanganku
ya, lelalki itu benar-benar membuat mataku membuka lebar tentu bukan karena ketampanannya, bukan
yang membuat aku membuka lebar-lebar mataku ini karena sebatang balok akan mendarat di kepala lelaki itu
entahlah apa yang ia lakukan sehingga orang-orang mengerumuninya sambil sesekali mencerca bahkan ada yang ingin memukul kepalanya

lelaki itu walau terlihata kokoh namun nampak jelas ia telah lelah melewati kerasnya kehidupan
sorot matanya terlihat tak ada hasrat untuk memandang jauh kedepan
gerak badannya hanya melukiskan kepasrahan
wajah lelaki itu dipenuhi debu yang berhari-hari tidak pernah dibasuh dengan sabun, ah jangankan sabun airpun sepertinya tidak, wajah laki itu dipenuhi warna hitam.
bajunyapu compang camping,
aku taktahu pasti baju warna apa yang ia kenakan karena sama dengan wajahnya bajunyapun dipenuhi warna hitam.
di tengah kerumunan masa itu juga ada sebuah sepeda, aku rasa sepeda itu milik lelaki itu
sesekali ada seorang yang  berteriak "rusakin aja sepedanya"

ku dekati keruman masa itu, kuhentikan langkajku sejenak
ahh ternyata lelaki itu adalah seorang gelandangan yang mencuri
entahlah aku tak tahu apa yang ia curi
sampai saat lelaki itu dizinkan pergi oleh masa aku baru tahu jika laki-laki itu mencuri mie isntan
soalnya.. saat ia terburu-buru meninggalkan masa mie yang ada dalam karungnya berjatuhan
ingin rasnya aku membantunya namun langkahku tertahan dalam diam.
:-)


ahh melihat lelaki itu aku jadi ingat msalah-masalah hukkum yang terjadi di indonesia dimana seseorang yang mencuri sendal jepit bolong, buah kakao, buah semangka divonis hukuman penjara, tampa ampun vonis itu dijatuhkan. tajam memang hukum di indonesia , dan pada masyarakatpun untuk hal ini tidak ada ampun. sering bukan kita dengar "pencuri ayam di gebukin sampe mati"
rasanya tak adil memang melihat orang yang mencuri karena lapar harus dihukum sedimikan rupa, padahal yang dicuripun tak seberapa, bukan maksud untuk membela merek para, aku sangat setuju bila sekecil apapun kejahatan harus mendapat sangsi agar tidak terulang lagi, dan menjadi model untuk orang lain yang ingin melakukan hal yang sama. tapiang jadi masalah tajamnya hukum itu seakan tak berfungsi apa-apa untuk menjerat petingi-petinggi yang mencuri lebih buanyak uang, jika orang-orang di atas mencuri utnuk menyambung kehidupan, tapi petinggi-petinggi di sana mencuri kehidupan mereka. mungkin merekalah yang menjadikan orang-orang disana sebagai pencuri.

akupun ragu apakah ketika gayus tambunan ada di tengah masayarakat akan dihakimi seprti pencuri mie instan tadi??

Senin, 07 Februari 2011

Eksistensi Identitas Bangsa













            Kebudayaan merupakan salah satu factor penting dalam terbentuknya identitas bangsa. Namun keberadaan identitas nasional itu sendiri sampai sekarang masih dipertanyakan oleh banyak kalangan karena dengan sangat majemuknya suku bangsa di Indonesia sangat sulit menentukan identitas nasional karena identitas nasional seyogyanya dapat mewakili pandangan-pandangan hidup, kebudayaan, norma-norma mereka bahkan kepentingan terkecil mereka. Namun dalam realitasnya menjadi sesuatu yang sulit untuk menjalani peran sebagai anggota dari bangsa  Indonesia sedangkan identitas dari bangsa Indonesia itu sendiri masih terlihat kabur, kemudian bagaimana pendidikan  nasional dapat  mengembangkan kekayaan nasional dan masing-masing budaya lokal sedang sering dijumpai di sekolah-seoklah yang notabene sebagai lembaga pendidikan resmi, tetapi di sekolah itu sendiri kebudayaan diabaikan. Banyak yang tidak sadar tentang keberadaan budaya sebagai identitas bansa bahkan sebagai dentitas sekolah itu sendiri.
            Peran seperti apa yang kita jalani sebagai bangsa Indonesia jika kebudayaan indentitas kebudayaan bangsa ini  sendiri masih begitu kabur. Bangsa Indonesia hingga saat ini belum memiliki  identitas kebudayaan yang jelas. Selama ini Indonesia hanya memiliki kebudayaan yang semu yang  belum mantap tetapi dipaksakan seolah-olah menjadi cirikhas kebuadyaan bangsa[1]. Maka tidaklah aneh jika hanya peran sebagai anggota dari suku bangsa  sajalah yang menonjol dan mengabaikan perannya sebagai anggota dari bangsa Indonesia namun yang dikhawatirkan adalah ketika Indonesia kehilagan identitasnya sebagi bangsa indonesia karena masing-masing etnik yang ada melupakan idenitasnya sendiri sebagai anggota dari suku bangsanya. Karena apa yang dapat dijadikan identitas. Dalam UUD 45 yang dikatakan sebagai kebudayaan Indonesia adalah seluruh kebudayaan dari tiap-tiap etnik di Indonesia. Dewasa ini masing-masing dari kebudayaan tiap etnik di negeri ini mulai luntur, terlihat dari gencarnya globalisai yang menyentuh kebudayaan etnik-etnik yang ada di Indonesia sehingga kebudayaan dari etnik itu  sendiri sedikit-demi sedikit bergeser.
Kini Agustus 2010 orang-orang bangga berbincang-bincang menggunakan bahasa asing. Padahal hanya bahasa indonesialah yang dapat dikatakan dengan mantap sebagai identitas bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia hanya memiliki dua unsur kebudayaan yang dapat dikatakan sudah mantap, yaitu bahasa dan pancasila sebagai filosofi atau pandangan hidup  bangsa, bahkan pancasilapun hingga kini masih terus dipermasalahkan sebagai pandangan hidup bangsa oleh beberapa pihak[2]. Dewasa ini ada kecenderungan menggunakan bahsa asing seperti Inggris, Sansekerta untuk nama gedung pemerintahan seperti DPR, pusat-pusat perbelanjaan, dan perumahan [3]. Lalu apa lagi yang dapat menunjukan  sebagai anggota dari bangsa Indonesia jika identitasnya sendiri masih kabur?
Beralih kepada pendidikan nasional dalam upaya pengembangan identitas nasional. Ethnic culture always seen as s marginal aspect of school by many educator because they do not believe it impact (Pang). Seperti yag dikatakan Pang kebudayaan sering dianggap sebagai aspek marginal dalam sekolah oleh banyak pendidik karena mereka tidak mempercayai dampak kebudayaan . bagai mana  akan timbul rasa kebanggaan akan kebudayaan nasional dan budaya-budaya lokal jika kebudayaan sebagai  aspek terpenting dalam pembentukan identitas kebudayaan sering diabaikan. Dan untuk Indonesia sendiri.
Mellihat dari realita yan ada menjadi sulit menjalani peran sebagai anggota diri Bangsa Indonesia serta anggota dari suku-suku bangsal lainnya dikarenakan identitas dari bangsa sendiri yang belum jelas dan dalam pendidikanpun identitas-identitas  tersebut terabaikan dikarenakan adanya dampak pengaruh asing dan internal yakni pendidikan Indonesia sendiri yang sibuk menghadapi Ujian nasional. sehingga kemajemukan budaya Indonesia Masih Menjadi  suatu permasalahhan bagi terbentuknya identitas nasional


[1] ________, Bangsa Indonesia belum memiliki identitas kebudayaan (2002.  juni 28). Kompas. 9.5-7.

[2] Ibid.
[3] H. Ar Tilaar. Mengindonesia etnisitas dan identitas bangsa Indonesia.  (2007.Jakarta:Ttrinekacipta). Hlm. 78

kita punya kesempatan untuk memilih...


Tak begitu jelas aku mengingat isi dari sms dari saudaraku yang aku sangat cintai karena Allah, yang aku ingat hanyalah kalimat terkahir dari SMSnya yang mengatakan “Sesungguhnya Allahlah yang membolak-balikan hati”.
Ya sms itu yang aku dapat sesampai aku dirumah setelah mengunjungi dirinya, Aku mengunjunginya karena ku dapat kabar bahwa ia sedang ngambek.
Ya NGAMBEK, saudaraku yang satu ini memang terkenal sangat mudah ngambek, semua yang ia inginkan harus terlaksana “diamah kalo dah bilang iya harus iya”. Dia sendiri mengakui sifat negative yang dimikinya namun ia merasa tidak dapat berubah  karena sudah menjadi karakter dirinya.
Cukup lama aku berbincang-bincang dengan dirinya perihal alAsan kenapa ia ngambek, aku  mengingatkan tekad ia yang ingin berubah dan memberitahu bahwa banyak orang-orang yang sayang dengannya harus sedih dan merasa bersalah atas dirinya yang  sedang ngambek walaupun pada dasarnya mereka tidak ada yang harus disalahkan atas ngambeknya saudaraku ini.

Aku hanya membalas smsnya “bukankah Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelumkaum tersebut  merubahnya”, dan tidak ada pembahasan lebih lanjut tentang masalah ini, kusudahi karena malam telah larut mungkin disana ia sudah tertidur karena ia tidak membalasnya lagi, dan akupun disini sudah teramat ngantuk .
JJJ

Akupun  bingung tetntang makna pilihan , pasti kita sama-sama tahu bahwa Allah yang maha berkehendak  sangat mudah bagiNya untuk mebolak balikan hati, namun kita juga sama-sama tahu jika Aallah tidaka kan merubah sauatu kaum sampai mereka merubahnya. Jadi rasanya kurang pantas ketika kita melakukan kesalahan kita hanya berpegangan bahwa Allahlah yang membolak balikan hati kita.
 Sedikit kebingungan saya terjawab ketika membaca majalah sabili yang berjudul “pilih apa yang bias kita pilih dan cintai apa yang harus kita jalani” dan pada  kajian utamanya yang berjudul “PEMABUK ITU KELIRU MEMAHAMI PILIHAN
Diawali dengan syiroh pendek pada zaman kekhalifahan sayyidina Umar binKHattab

Ddeorang laki-laki di bawa ke hadapan sayyidina Umar, ia dalam keadaan mabuk
“tegakkan hukuman untuknya” perintah sayyidina umar kepada para pembantunya.
 Akan tetapi lelaki itu menjawab “demi Allah hai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah menakdirkan ini atas diriku.”
Umar menjawab, ditunjukan untuk para pembantunya “berikan dia hukuman dua kali. Hukuman pertama karena ia telah minum khamar, dan hukuman yang kedua karena ia telah menghina Allah”

Lelaki itu benar-benar keliru memahami arti sebuah pilihan, ia tidak bias membedakan , mana yang bisa ia memilih dan mana yang harus menjalankan.
Pilihan adalah sesuatu yng dapat dengan merdeka kita jalani atau tidak  atau kita ambil atau tidak, sedang apa yang tinggal kita menerimanya adalah sesuatu dimana kita tidak dapat turut dalam menetapkannya seperti apa yang telah melekat dalam takdir penciptaan kita, misalna kita lahir sebagai anak siapa.

Lelaki pemabuk itu menuduhkan kesalahan pribadinya kepada apa yang dia anggap sebagai wilayah tanpa pilihan, nah mungkin ini juga yang dirasa oleh saudaraku tadi yang kusebutdi atas mungkin ia merasa sifat ambekannya itu sudah menjadi ketetapan Allah.
Memang ada ktetapan Allah yang tidak bisa kita pilih amun untuk prilaku baik atau buruk, mabuk atau tidak mabuk, marah atau tidak marah, ngambek atau tidak ngambek kita memiliki peluang utuk memilih, melakukannya atau tidak.

Dalam menjalankan kehidupan kita sebagai manusia memang terdiri atas pilihan-pilihan mau tidak mau kita menjalani hidup ini diatas pilihan-pilihan yang telah kita mabil atau pilihan orang lain sebagai penyambung pilihan kita, maka kita harus cerdas memilih jagan sampai kesempatan yang kita miliki untuk memilih menjadi peluang untuk kita tergelincir. Maka problem kita sesudah itu bukan pada kebiasaa memilih bukan pula pada kesempatan memilih atau juga ketersediaa pilihan. Bukan.

Memilih adalah soal kemampuan bukan kesempatan memilih adalah soal kemauan bukan ketersediaan, karena Allah telah banayk menyediakan banya pilihan, puluhan, ratusan, bahkan ribuan bahkan jutaan , namun yang jadi masalah apakah kita memilih dan apakah degan benar pula kita menyikapi apa yang telah kita pilih.