bukan aku tak ingin lagi bersamamu
bukan aku tak mencintaimu
bukan aku tak bahagi bersamamu
aku hanya tak bisa menjadikan kau yang kedua apalagi ke-3
teringat puisi seorang teman
bila ada kata poligami dalam organisasi maka boleh aku mentalak salah satunya karena tak kudapati keadilan darinya.
ahh. aku yang tak adil mempoligami organisasi
sejak awal aku telah menyusun prioritas ku ibaratkan organisasi itu rumah maka aku mempunyai tiga rumah
rumah pertama, rumah yang begitu indah, dan di rumah ini pula yang mengenalkan aku dengan rumah yang kedua dan ketiga, rumah pertama itu ROHIS, ROHIS SMAN 115, aku sangat memfokuskan untuk mendampingi adik-aadik di sekolah,terasa betul ketika aku menjadi pengurus ROHIS, saat aku belum mengenal secara untuh apa itu dakwah, apa itu militansi, apa itu . apa itu.. terasa sangat kebingunangan aku berhadap ada seseorang yang lebih paham mendampingiku. bersyukur aku mendapati kakak-kakak kelas tiga yang masih mau mendampingi dan seorang seorang alumni ikhwan- dan alumni akhwat.. tapi saat itu aku merasa para alumni tidak peduli dengan aku yang sedang kebingungan aku bandingkan dengan angkatan di atas ku banyak sekali alumni yang konsen mendampingi mereka,saat dauroh atau even-even besar lainnya entah mengapa walau terkadang kehadiran alumni tidak membantu kerja kami , tapi saat itu dengan mereka ada ditempat acara terasa ringan pekerjaan (iya kalo ada apa-apa bisa lamgsung ngadu). maka aku putuskan aku tidak ingin adik-adiku penerima estafet dakwah di ROHIS SMAN 115 merasakan apa yang aku rasakan.
rumah kedua adalah BEMJ BK. Badan eksekutif di jurusanku, sangan aku ingat pesan mentorku "kalo bukan kita siapa lagi??? masa dari jurusan lain yang bakal ngurusin jurusan kita" walaupun alasan itu bukan hadir dari dalam diri saya tetapi alasan itu telah menjadi bagian dalam diriku karena aku anak BK. kalau bukan anak BK ya siapa lagi.
rumah ketiga adalah FORMASI Tarbawi (forum mahasiswa taarbawi). boleh kusebut ini semacam RHIS fakultas. jika LDK lingkupnyA KAMPUS. FT hanya sebatas jurusan. aah... setelah lulus aku sempat berfikir utnuk tidak terlibat dengan kegiatan yang berbau ROHIS. tapi dimataku FT sangat indah tak kuasa, tak sampai hati sa untuk tidak bia bergabung dengannya, sangat terasa jiwa ini selalu basah bersamanya banyak jiwa-jiwa teduh yang menejukan hati-hati kering. seperti hati kala itu. dan syukur selalu mengisi hati ini karena aku punya kesempatan untuk tumbuh bersama FT. dan akau sanagt mencintai FT, sangat mencintai, sangat.
keputusan sulit untuk saat ini saat aku harus memilih.. satu priode telah aku lewati dengan 3 rumah yang begitu indah dan akhirnya tiba dimana aku harus memilih tak bisa aku jalani seperti ini. dan akhirnya aku jatuhkan talakku pada FT.
bukan aku tak ingin lagi bersamanya
bukan aku tak mencintainya
bukan aku tak bahagi bersamanya
aku hanya tak bisa menjadikannya yang kedua apalagi ke-3
aku hanya tak ingin lagi membuatnya kecewa lantaran aku tak bisa menjadikannya pertama.
sungguh piliha sulit ketika ada agenda
sekolah ft aku pilih sekolah
ft jurusan akau pilih jurusan
walau sulit, walau hati menangis tapi aku tetap memilih yag lain bukan FT, bukan
satu yang membuat aku tega untuk tak memilihnya karena aku yakin masih banyak orang lain yang sangat mencintaimu yang dapat menjadikannya yang pertama, dan tanpa aku kau akan baik-baik saja,, sedang sekolahku,, jurusanku ??kalau bukan aku siapa??
aku tahu FT tak pernah menuntutku banyak, tak pernah ia meminta aku untuk ada selalu dirumahnya.. tapi tahukah kau kelapanganmu itu semaikin membuat aku sakai ketika aku tak memilihmu.
biarlah rasa ini berakhir
biarlah tak ada lagi yang terabaikan olehku..
Selasa, 15 Februari 2011
poligami
Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 02.57 0 komentar
Sabtu, 12 Februari 2011
layaknya garam dalam segelas kopi
Ya!!! Garam takan membuat segelas kopi menjadi nikmat
Eits,,, bukan salah garam punya rasa asin
Eits,,, bukan salah kopi butuh gula untuk membuatnya nikmat, bukan garam
Hhm,,, bukan berarti garam tak bermanfaat
Hhm,,, tapi bukan juga salah kopi tidak bisa memanfaatkan garam bermanfaat
Yang jadi masalahadalah garam diciptakan bukan untuk melengkapi segelas kopi, jadi biarlah sang garam mencari semangkuk sayur yang membutuhkan garam, tetntunya garam itiu akan bermanfaat, tentunya garam itu akan menambah kenikmatan sayur.
JJJ
Hhm, begitulah yang sedang nurul rasakan sekarang , dimanapun nurul berada nurul seperti garam dan tempat nurul berada adalah segelas kopi, keberadaan nurul tidak memberikan kebaikan untuk orang-orang yang ada disekitar nurul.
Tentunya nurul tidak pernah memvonis diri nurul sebagi orang yang tak bermanfaat, karena nurul yakin Allah takan menciptkan makhluknya dengan sia-sia, hanya saja nurul belum menemukan dimana nurul dapat memberikan kebaikan. Ya biarlah sang garam menemuka semangkuk sayur , agar garam tersebut dapat memberikan kebaikan.
Untuk segelas kopi jangan paksa terima nurul jika nurul hanya membawa keburukan,jiika nurul akan membuat sang kopi kecewa, katakanlah ketika kalian kecewa dengan nurul, ketika kalian tidak dapat menerima nurul, sehingga nurul sendiri tidak mendzolimi kalian dengan memberikan apa yang nurul anggap baik padahal tidak untuk kalian.
Tentunya sang kopi tak butuh garam, maka katakanlah tentu sang garam takan kecewa,
Sungguh sang garam benar-benar kecewa ketika sang garam diterima padahal hanya akan memberikan keburukan
Kalian cukup mengarahkan garam untuk menemukan semangkuk sayur
Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 15.36 0 komentar
Label: oleh Nurul Hidayati Ma'sar pada 10 November 2010 jam 12:29
Jumat, 11 Februari 2011
SERIAL KULTWEET SALIM AL-FILLAH #WATAK
1. #Watak itu sifat lekat yang unik. Allah & RasuNyapun menghargainya; membuka kesempatan bagi tiap-tiapnya tuk mencapai & menabur kebaikan.
7. Mata Abu Bakr hitam, kening lebar, wajahnya selalu berkeringat, janggut & rambutnya nan beruban diwarnai inai & katam kemerahan.. #Watak
8. Tak bisa, kata 'Aisyah, Abu Bakr berdiri dengan busung dada atau tertegak, postur kurusnya sedikit bungkuk sebab ketawadhu'annya. #Watak
Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 07.24 0 komentar
Rabu, 09 Februari 2011
Allah, Kau lebih tahu, berapa hati kusakiti, berapa jiwa kulukai; ampuni aku Ya Rabbi, lalu susupkanlah kemaafan ke nurani mereka
Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 07.10 0 komentar
Selasa, 08 Februari 2011
LELAKI ITU
entah siapa dia
entah apa yang dilakukannya
entahlah aku tak tahu
@terminal pulogadung pukul 12.15
seprti biasa dan sewajarnya tidak pernah kudapati terminal ini sepi (yaiyalah namanya juga terminal)
namun ada yang takbiasa kulihat pada hari ini
seorang lelaki, tak terlalu tua ia, badannya masih kokoh
lebih tepatnya ia adalah seorang pemuda
ya, lelaki itu seorang pemuda yang membuat mataku membuka lebar walaupun pada awalnya aku enggan membuka dengan lebar mataku ini karena terik mata hari terlalu menyilaukan pandanganku
ya, lelalki itu benar-benar membuat mataku membuka lebar tentu bukan karena ketampanannya, bukan
yang membuat aku membuka lebar-lebar mataku ini karena sebatang balok akan mendarat di kepala lelaki itu
entahlah apa yang ia lakukan sehingga orang-orang mengerumuninya sambil sesekali mencerca bahkan ada yang ingin memukul kepalanya
lelaki itu walau terlihata kokoh namun nampak jelas ia telah lelah melewati kerasnya kehidupan
sorot matanya terlihat tak ada hasrat untuk memandang jauh kedepan
gerak badannya hanya melukiskan kepasrahan
wajah lelaki itu dipenuhi debu yang berhari-hari tidak pernah dibasuh dengan sabun, ah jangankan sabun airpun sepertinya tidak, wajah laki itu dipenuhi warna hitam.
bajunyapu compang camping,
aku taktahu pasti baju warna apa yang ia kenakan karena sama dengan wajahnya bajunyapun dipenuhi warna hitam.
di tengah kerumunan masa itu juga ada sebuah sepeda, aku rasa sepeda itu milik lelaki itu
sesekali ada seorang yang berteriak "rusakin aja sepedanya"
ku dekati keruman masa itu, kuhentikan langkajku sejenak
ahh ternyata lelaki itu adalah seorang gelandangan yang mencuri
entahlah aku tak tahu apa yang ia curi
sampai saat lelaki itu dizinkan pergi oleh masa aku baru tahu jika laki-laki itu mencuri mie isntan
soalnya.. saat ia terburu-buru meninggalkan masa mie yang ada dalam karungnya berjatuhan
ingin rasnya aku membantunya namun langkahku tertahan dalam diam.
:-)
ahh melihat lelaki itu aku jadi ingat msalah-masalah hukkum yang terjadi di indonesia dimana seseorang yang mencuri sendal jepit bolong, buah kakao, buah semangka divonis hukuman penjara, tampa ampun vonis itu dijatuhkan. tajam memang hukum di indonesia , dan pada masyarakatpun untuk hal ini tidak ada ampun. sering bukan kita dengar "pencuri ayam di gebukin sampe mati"
rasanya tak adil memang melihat orang yang mencuri karena lapar harus dihukum sedimikan rupa, padahal yang dicuripun tak seberapa, bukan maksud untuk membela merek para, aku sangat setuju bila sekecil apapun kejahatan harus mendapat sangsi agar tidak terulang lagi, dan menjadi model untuk orang lain yang ingin melakukan hal yang sama. tapiang jadi masalah tajamnya hukum itu seakan tak berfungsi apa-apa untuk menjerat petingi-petinggi yang mencuri lebih buanyak uang, jika orang-orang di atas mencuri utnuk menyambung kehidupan, tapi petinggi-petinggi di sana mencuri kehidupan mereka. mungkin merekalah yang menjadikan orang-orang disana sebagai pencuri.
akupun ragu apakah ketika gayus tambunan ada di tengah masayarakat akan dihakimi seprti pencuri mie instan tadi??
Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 07.49 0 komentar
Senin, 07 Februari 2011
Eksistensi Identitas Bangsa

Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 18.30 0 komentar
Label: Nurul Hidayati Ma'sar 2010
kita punya kesempatan untuk memilih...
Diposting oleh Hidayati Ma'sar di 08.49 0 komentar
